Lewati navigasi

Gw dapat ini dari blogku yang lama yang sudah lama gak keurus. Nikmatilah.

Saturday, April 7, 2007

Tulisan ini dikhususkan kepada Tasya Annisa F. Aku akan menceritakan pengalamanku denganmu dari dulu sampai sekarang.

Ketika aku bertemu denganmu pertama kali waktu lagi MOS, aku belum terlalu kenal denganmu. Aku juga belum terlalu menyukaimu. Saat aku pertama kali masuk sekolah SMPN 91, kebetulan pas mau menyeberang ada si Ardika. Aku ikut menyeberang bersama dia. Kebetulan juga beberapa meter dari kelas yang aku tempati bersama kamu, 7-2, aku sempat berpegangan tangan dengannya, tapi belum ada rasa suka dengannya, karena aku dan dia belum terlalu kenal.

Nah, waktu masuk kelasku pertama kali aku duduk paling depan. Waktu itu, di samping kananku Ardika, di samping kiriku, walaupun saat itu belum kenal, Pandu, dan di belakangku, Shera (saat itu aku belum kenal juga). Waktu itu, suasana kelas ribut menunggu kedatangan Kak Ami (yang saat itu naik ke kelas 3 dan saat itu pula aku belum kenal dia sebelum dia memperkenalkan dirinya) dan teman – temannya yang ikut OSIS. Aku disuruh minta tanda tangan kakak kelasku sebanyak 100 buah ditambah guru – guru.

Pada MOS yang ke-2, Kak Ami Cs. menyuruh kita (aku dengan Tasya) dan semua teman membawa pisang rasa jeruk dan menyerahkannya pada MOS yang ke-3. Kelihatan bodoh, kan? Aku sempat berpikir, bagaimana caranya untuk membawa pisang rasa jeruk?(tapi, akhirnya aku punya ide. Kutempel pisangnya dengan kertas yang bertuliskan “Rasa jeruk”). Kita juga disuruh mengubah gaya pakaian. Kalau aku bersama teman laki – lakiku disuruh memakai pita pink pada leher baju, sedangkan kalau kamu bersama teman perempuanmu yang memakai kerudung disuruh melilit tanganmu dengan tali rafia dan mengikatkannya. Kalau teman perempuanmu yang tidak memakai kerudung disuruh membagi rambutnya dengan menguncir, lalu mengepang, lalu menguncir, lalu mengepang. Itulah suruhan kakak kelas kita seingatku.

Suatu hari, aku pergi ke ruang BK. Di sana ada banyak anak kelas 3 yang mengobrol. Terus aku minta tolong salah satu anak kelas 3 tersebut untuk memanggilmu. Aku berkata “Jujur saja, aku iri denganmu. Kamu kok bisa asyik gaul sama temanmu, sementara aku terus sendirian?” Kamu jawab, “Rangga, nggak apa-apa. Kamu ngobrol aja sama temanmu. Kamu bisa ngobrol sama Yandi, Rudi, dll.” Anak – anak kelas tiga berkata, “Rangga, kamu suka ama dia? Ayo, tembak aja!” Menanggapi perkataan itu, aku berkata kepada Tasya, “Pertama kali aku bertemu denganmu, aku biasa aja terhadapmu. Namun, beberapa lama kemudian aku jadi menyukaimu.” Itulah sebuah tanda bahwa sampai sekarang aku masih menyukaimu (maaf ya kalau kata – kata ini membuatmu malu).

Selain di atas, berikut ini adalah kejadian – kejadian antara aku dan kamu yang masih kuingat (Perhatian: Aku tidak bermaksud menyebarkan aib kita ke masyarakat):
1. Tasya, masih ingat nggak tentang aku menggedor pintu lab komputer karena aku dikatain, “Emang lu?” oleh anak kelas 2? Setelah aku keluar dari UKS menuju kelas, kamu temui aku dan bertanya, “Rangga, kenapa?” Aku jawab, “Tadi aku dipanggil ‘Woi! Woi!’ oleh anak kelas 2 dan kalau aku nengok, dia bilang ‘Emang lu?’” Kamu berkata, “Rangga nggak dendam, kan?” Aku jawab, “Nggak.” Kamu berkata lagi, “Rangga, jangan dendam. Dosa, ya.” Beberapa menit kemudian, aku dipanggil kamu ke luar kelas. Di sana ada Andini, Athifah, dll. sedang duduk. Mereka bertanya serupa yang ditanyakan oleh kamu. Dan waktu itu, aku punya usul yaitu, “Bagaimana kalau kalian menguji aku supaya saya tahan terhadap ejekan ‘Emang lu?’ lagi?” Mereka bilang, “Boleh juga.”
2. Ingat nggak terhadap tragedi angkot di halte Dumex? Waktu kejadian, kamu naik angkot bareng sama teman – teman sepermainanmu. Aku ingin naik bareng, tapi sama teman – temanmu melarangku. Tapi si Rudi sama Pandu (aku sedikit lupa) berhasil naik walaupun akhirnya Rudi disuruh pindah ke depan. Aku mencoba berdiri di pintu, tetapi (secara kebetulan) ada Ibu Hida melarangku dengan alasan berbahaya. Akhirnya, saya mau apalagi? Saya mengangis, lalu ingin mengejar angkot itu dengan naik bis. Kebetulan, bis yang kunaiki adalah bis Miniarta kotak yang ada gambar perahu layar yang ada tulisan “Upah Tendi” di depan dan ada tulisan “Allahku luar biasa” di belakang. Sialnya, bisnya lamban banget dan jalannya di kiriiiiiiiiiiii melulu. Kekesalan aku makin meningkat sampai – sampai waktu naik angkot 107 dan jalan kaki pun masih kesal.
3. Waktu aku ikut ngobrol dengan kamu dan gebetanmu saat itu (Petrik) si Roma mengusirku sehingga aku pergi ke Ruang TU yang saat itu kosong. Beberapa menit kemudian aku keluar lagi sambil (maaf, ya, Tasya. Aku tidak bermaksud membatalkan janjimu. Ini cuma reaksiku kalau saya merasa sedih atau terintimidasi) menangis dan teriak. Setelah itu, kamu datang dengan temanmu dan berkata, “Rangga, kan udah janji. Aku cuma ngobrol biasa, sama seperti kamu.” Aku jawab, “Kenapa kamu terlalu sering berduaan ama dia?” Kamu jawab, “Dia pagi, kan?” Aku mengiyakan. Kamu berkata, “Iya, aku cuma temenan ama dia. Sama seperti denganmu.” (Tasya, maafkan saya kalau aku salah menulis jawaban dari kamu)
4. Waktu pulang aku menelepon kamu. Aku ingin minta maaf karena telah memotret dirimu padahal kamu tidak mau. Tetapi kamu berteriak walaupun tidak diangkat, “Nggak mau!” Akhirnya, setelah itu, kamu mengangkat sambil menangis. Aku jawab, “Tasya, jangan marah.” Kamu malah jawab, “Aku juga kan punya perasaan!” Aku jawab, “Tasya, fotonya aku udah hapus. Aku janji nggak akan bawa kamera lagi” Tetapi kamu malah jawab, “Kamu nggak bisa dipercaya!” Aku ulangi jawaban serupa. Tetapi kamu malah jawab, “Kamu nggak bisa dipercaya, kan udah bilang ama Pak Sumarno!” Setelah itu kamu pergi ke kamarmu lalu telepon saya diakhiri oleh ibumu.
5. Pada bulan April 2006 kita bersama teman – teman kamu yang ikut vocal group melakukan latihan bersama dirumah aku. Ini terjadi karena pada saat kamu latihan vocal group bersama teman – temanmu waktu gurunya tidak ada aku memberikan usul kepada kamu untuk latihan dirumahku. Usulku sempat ditolak ibu dan kakakku dengan alasan sempit, kejauhan, dan berantakan. Terus kakakku juga mau belajar. Untuk mengantisipasi keluhan itu, aku sempat merapikan barang – barang yang dianggap menyempitkan ruang. Aku juga mengumumkan kepada anggota vocal group untuk datang pada jam 12. Saat kamu dan teman – teman sudah sampai, kalian merasa capek dan haus sehingga kuambilkan air minum. Kami tidak langsung latihan, tetapi kami menunggu teman kami yang terlambat datang ke sekolah (kami [aku dan kalian] berangkat dari sekolah), yaitu Rudi dan Beni dengan main drum (ah, seandainya waktu itu aku sudah bisa solo drum dengan teknik pukulan 1/32 yang relatif lama) dan main laptop. Kami juga sempat menelepon HP-nya Rudi untuk membantu mencari rumahku. Tidak lama kemudian Rudi berkata bahwa dia sudah sampai di portal Komplek Pertamina. Aku usulkan Rudi untuk tetap di situ untuk dijemput ibuku. Setelah Rudi dan Beni ditambah Pandu datang (Yandi, Roma, Retorika tidak bisa datang karena ada urusannya masing – masing) kami langsung latihan vocal group dengan aku sebagai pemain snare, Rudi sebagai pemain gitar, dan lainnya sebagai vocal (Wahyu dan Shera tidak ikut vocal group). Kami juga melakukan latihan dance (bagi anak perempuan tertentu saja). Alhamdulillah latihan kami tidak ada gangguan. (Sebagai tambahan, anggota vocal group adalah Tasya, Ranita, Roma, Retorika, Ari Ayu, Dini, Ardika, Rudi, Beni, Yandi [digantikan oleh aku karena Yandi nggak mau])
6. Menjelang kenaikan kelas, ada hiburan band. Aku dan ibuku diminta tolong untuk mengadakan rapat sehari sebelum pelaksanaan hiburan band. Pada hari pelaksanaan rapat, aku datang ke sekolah bersama ibuku . Rapat dilaksanakan di depan pagar sekolah karena pagarnya dikunci. Sebelum aku dan ibuku datang, sudah ada teman – temanku bersama orang tuanya. Rapat ini membahas tentang tempat pelaksanaan hiburan band, konsumsi, dan anggaran (aku sedikit lupa). Teman – temanku yang ikut rapat adalah April, Athifah, Beni, Ardika, Dicky, A.M. Ismail, Ranita, Dini, Ridho, Rudi, Wahyu, Arlinda, Yandi, Firda, Annisa, Tasya, Shera, Rivanlee (seingatku). Saat pelaksanaan hiburan band, saya main duluan sebagai pemain solo drum (belum tanpa lagu). Lagu yang kumainkan adalah We Are Champions, Final Countdown, dan Feel Good Inc. Tidak ada sorakan semacam “wuuuu!” atau “buuuu!” atau “turuun!”. Tapi ada sedikit masalah teknis. Pada lagu terakhir, cd playernya sedikit macet. Setelah saya selesai memainkan ketiga lagu itu, penonton bersorak ria dan bertepuk tangan. Setelah itu, acara berlanjut kepada penampilan band anak kelas 3 atau 2. Suatu menit, kamu (Tasya) menerima SMS dari ibuku untuk mengambil makanan dan minuman. kamu mengumumkan hal ini kepada teman laki – lakiku (mungkin Rivanlee) lalu disebarkan ke lain. Aku pergi ke depan Gang Syawal menunggu mobil ibuku. Setelah mobil ibuku datang, aku bersama teman – temanku mengambil makanan dan minuman. Ketika kembali ke sekolah, kursi – kursi banyak yang kosong mungkin karena mereka sedang mempersiapkan kebutuhan konsumsi. Kami juga mempersiapkan kebutuhan konsumsi dengan bantuan ibuku dan kakakku. Tempat kami mempersiapkan kebutuhan konsumsi adalah di kelas 7-2 Makanan kami adalah ayam KFC, sedangkan minuman kami adalah softdrink seperti Fanta, Coca – Cola, dan Sprite. Lalu, aku melihat sepintas persiapan konsumsi anak kelas (mungkin anak 7-3) lain. Ternyata makanannya adalah ayam bakar (mungkin), sedangkan minumannya aku nggak tahu. Setelah selesai makan, teman – temanku meminta ayam lagi karena persediaan masih banyak. Tentu dengan bayar dulu. Kak Ami juga minta ayam kepadaku. Aku berikan ayam kepadanya. Tapi teman – temannya juga mau. Ketika Kak Ami hampir selesai, teman – temannya ingin minta juga kepadanya. Kak Dinda juga ingin ayam. Aku berikan saja.

Maafkan saya apabila sekiranya ada kata yang terlalu kasar bagimu atau ada kata yang membangkitkan amarahmu kalau kau mengingingatnya.

Satu komentar

  1. blue datang bersandar disini..heheheh
    sebuah ungkapan yg semogfa saja jujur y
    salam hangat dari blue


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.